Samsung Galaxy A7 2018 adalah ponsel kelas menengah yang hebat. Selain memberikan layar terbaik Super Amoled untuk harga dan pengalaman pengguna yang solid, sistem kamera yang dibawanya pun sangat fleksibel dengan triple sensor.

Ponsel ini pun memiliki daya tahan baterai yang baik ditambah kapasitas penyimpanan yang besar. Menjalankan antarmuka pengguna yang sama dengan yang dimiliki Galaxy S9, semua dengan harga yang jauh lebih rendah. Saat ini di awal Juli 2019, harga Samsung Galaxy A7 2018 terbaru hanya ditawarkan sebesar Rp.3,2 juta saja.

Seperti merek kompetitor, Samsung A7 2018 memiliki fitur kaca belakang dan depan. Hanya saja kesing tetap terbuat dari material plastik. Sisi-sisinya juga terbuat dari plastik yang semakin membuktikan jika posisi ponsel samsung ini memang mengisi pasar kelas menengah.

Galaxy A7 2018 tersedia dalam warna hitam, biru, merah muda dan emas. Desainnya cukup bersih, hanya terganggu oleh beberapa logo dan sedikit tonjolan kamera di bagian belakang. Dua tombol volume dan tombol daya yang rata, tersembunyi, dan mudah dipencet ada di sisi kanan ponsel, sementara di sebelah kiri adalah baki SIM, dengan versi dual-SIM mendukung dua kartu SIM dan kartu microSD.

Tombol power berfungsi ganda sebagai pemindai sidik jari. Sangat menyenangkan melihat jack headphone di tepi bawah ponsel, meskipun port micro USB konvensional di sebelahnya adalah sesuatu yang mengecewakan.

Samsung telah memasangi bagian depan Galaxy A7 dengan panel AMOLED yang sangat bagus dengan resolusi Full HD+ atau setara dengan 1080 x 2220 piksel. Diagonal layarnya sendiri mencapai 6 inci yang mampu memberikan kepadatan piksel mencapai 411ppi.

Yang agak membedakannya dengan Galaxy S9 adalah hadirnya bezel yang cukup besar dengan rasio screen to body ratio 74,4% sementara Galaxy S9 sudah mencapai 83,6%. Layarnya tidak melengkung di tepi kanan dan kiri, dan tidak menawarkan tingkat akurasi atau detail warna yang sama dengan S9.

Seri Exynos 7885 Octa yang dibenamkan dalam Galaxy A7 2018 adalah chipset kelas midrange Samsung terbaru yang diproduksi berdasarkan manufaktur 14nm. Meliputi CPU octa-core dengan konfigurasi dual-core Cortex A73 2.2GHz ditambah hexa-core Cortex A53 1.6GHz dengan Chip Grafis Mali-G71.

Performanya ditunjang kapasitas RAM 6 GB dan penyimpanan internal 128 GB. Sementara Slot microSD dapat menyimpan sampai 512 GB untuk pengguna yang memerlukan kapasitas memori lebih banyak.

Sistem tiga kamera pada Galaxy A7 2018 adalah inovasi yang pertama dari Samsung, seperti halnya sistem kamera quadruple pada Galaxy A9 yang baru. Dimulai dengan spesifikasi, terdapat sensor 24MP primer (f / 1.7, dengan PDAF), sensor kedalaman 5MP untuk gambar mode potret yang lebih baik, dan sensor 8MP (f / 2.4, panjang fokus setara 13mm) untuk sudut lebar atau ide angle.

Dalam kondisi cahaya yang baik, sensor 24MP menawarkan hasil yang sangat baik, mampu menangkap detail gambar dengan sempurna. Warna ditingkatkan dan kontras yang cukup memuaskan sehingga hasil pemotretan tak perlu banyak diedit.

Pengguna pun bisa mengambil beberapa bidikan makro yang menakjubkan dengan jarak ke obyek hingga 6 – 7 cm saja. Adapun untuk kamera depan kekuatan sensornya adalah 24MP, f / 2 dan dikemas dengan berbagai mode, dari mode kecantikan dan emoji AR hingga mode selfie bokeh.

Samsung Galaxy A7 2018 juga memberikan masa pakai baterai yang solid. Kapasitas 3.300mAh dirasa cukup besar, mampu menjaga ponsel bertahan selama satu hari penuh, dan jika pengguna berhati-hati dengan kecerahan layar maka mereka bahkan bisa mendapatkan satu setengah hari untuk penggunaan ringan hingga sedang .

Samsung juga menawarkan banyak opsi hemat daya untuk saat-saat ketika pengguna ingin memperpanjang masa pakai baterai, dan bahkan jika pengguna tidak menggunakannya. Tidak ada mode fast charging atau pengisian cepat di sini, dengan waktu pengisian lebih dari dua jam untuk mengisi daya dari 0-100%.

No more articles